Total Tayangan Halaman

Senin, 11 Maret 2013

Ilustrasi (Foto: dok Okezone)

JAKARTA- Maraknya kasus korupsi di Indonesia menunjukkan lemahnya komitmen pemimpin di Indonesia terhadap penegakan hukum di negara ini. Selain itu, elite politik di Indonesia juga tidak memihak pada rakyat kecil. Akibatnya jurang kesenjangan sosial semakin tinggi.

"Bahkan, ada orang yang mengatakan Indonesia Satu Negara dua bangsa. Dua bangsa itu adalah bangsa kaya dan miskin serta bangsa yang punya dan tidak punya," kata Ketua Umum Persaudaraan HMI Bursah Zarnubi saat acara Diskusi Kebangsaan Memperkokoh Komitmen Kebangsaan untuk Kesejahteraan Indonesia di Kompleks Liga Mas Indah, Perdatam Pancoran, Jakarta Minggu (9/3/2013).

Dikatakan Bursah, bangsa ini telah kehilangan rasa kebersamaan. “Bangsa ini kehilangan konsolidasi," kata Bursah.

Menurutnya, untuk memperbaiki kondisi bangsa diperlukan seorang pemimpin yang kuat dan berkomitmen penuh pada rakyat. Jika seorang pemimpin tidak punya jangkar yang kuat, maka dia akan mudah terombang ambing dalam arus politik. "Seharusnya seorang pemimpin ingin menjadikan bangsanya lebih baik," tutup Bursa.

Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Hanura Hary Tanoesoedibjo menyatakan kondisi bangsa Indonesia saat ini berada dalam posisi yang terburuk dalam sejarah Indonesia.

"Bisa kita katakan kondisi bangsa saat ini merupakan kondisi yang paling buruk, di tengah meningkatnya perekonomian Indonesia," kata Hary.

Hary mengungkapkan, memang pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 6,3 persen. Tapi, dia menyayangkan komponen pertumbuhan itu bukan disebabkan sesuatu yang produktif, tapi konsumtif. Sehingga menurutnya, pertumbuhan ini tidak dinikmati masyarakat pada umumnya. "Angka kemiskinan secara formal ada kurang lebih 30 juta jiwa, namun di lapangan jumlah penduduk hampir miskin dan miskin mendekati 80 juta dari populasi nasional," ujar Hary.

Hary menuturkan tingginya angka kemiskinan disebabkan banyaknya aktivitas ekonomi yang unregistered, contohnya adalah tindakan korupsi. "Indonesia ini unik, bermasalah tapi ekonomi jalan terus," katanya.

penyebab pembakaran maporres oku

ilustrasi dok. okezone

JAKARTA - Penyerangan personel TNI Armed 15/76 Tarik Martapura, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, yang berujung pada pembakaran mapolres terjadi karena beberapa faktor.

Anggota Komisi I DPR, Susaningtyas Kertopati, mengatakan masalah yang terjadi di OKU memang kasuistis, namun jika dilihat lebih dalam ada beberapa akar masalah.

"Ego sektoral yang masih mengemuka, penegakan hukum lemah, tidak tegas dan tidak tuntas, esprit de corps yang berlebihan meskipun oknum salah tapi dibela, hubungan kurang harmonis, kesepakatan yang tidak konsekuen padahal pihak teman-teman korban ikuti proses di Polda, serta pengendalian lemah dari provost nya," kata Susaningtyas, kepada Okezone, Sabtu (9/3/2013).

Selain itu, kata dia, komandan dari Polri maupun TNI masing-masinh masih lemah padahal ada kasus yang serius. "Para petinggi TNI Polri jangan hanya memusingkan alutsista tapi marilah lihat psychologis prajuritnya masing," jelasnya.

Lebih lanjut, Anggota Fraksi Partai Hanura ini juga menyampaikan apa yang terjadi di OKU merupakan perilaku oknum, sehingga jangan digeneralisasi menjadi perilaku institusi.

jokowi turun tangan

Joko Widodo (Foto: Heru H/okezone)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) meninjau proyek tiang pancang pembangunan kontruksi akses tol Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sebelumnya, Jokowi bertemu Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Djoko Muryanto di Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Proyek E2, Semper Barat, Jakarta Utara.

Jokowi menambahkan, sidak kali ini guna mempelajari hambatan dalam pembangunan kontruksi Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) yakni persoalan pembebasan lahan.

"Ini penanganan lapangan, baik masalah tanah, ini diselesaikan di lapangan. Semoga selesai tiga sampai empat titik. Pak Wali Kota sudah sampaikan, dua bulan selesai lah," ungkap Jokowi di lokasi, Senin (11/3/2013).

Menurut Jokowi, jika Wali Kota Jakarta Utara Bambang Sugiono tidak bisa menyelesaikan masalah pembebasan lahan, maka dia akan turun langsung ke lapangan. Tujuannya, agar masyarakat mau diajak untuk segera merelakan lahan tersebut untuk kepentingan ekonomi negara.

"Kalau memang enggak bisa nanti saya ikut turun, enggak apa-apa. Kita ingin ajak masyarakat karena ini untuk kepentingan negara, ekonomi, umum ya win win solution. Kita juga enggak ingin merugikan lah, tapi pekerjaan proyek ini jangan sampai terlambat," paparnya.

Ledakan cipete

Lokasi Ledakan di Cipete (Foto: Arief/Okezone)

JAKARTA - Ledakan yang terjadi pada Selasa (12/3/2013) dini hari tadi, di Jalan Abdul Majid, Cipete Utara, Jakarta Selatan, ternyata berada di depan rumah Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng), Brigjen Pol Bachtiar Hasanuddin Tambunan.

"Ini ledakannya terjadi di depan rumah Pak Haji Bachtiar. Dia Kapolda Kalimantan Tengah," ujar Suherman, warga RT 13/RW 7, Cipete Utara, di lokasi ledakan, Cipete, Selasa (12/3/2013).

Menurut Suherman, yang membuka warung kelontong tepat di depan rumah Kapolda Kalteng ini, saat ini jenderal bintang satu itu, tidak berada di rumah. "Ada istri sama anaknya saja di rumah. Pak haji baru berangkat ke Kalimantan kemarin saya lihat," pungkasnya.

Pantauan Okezone di lokasi, rumah  bernomor 19 RT 13 RW 7, tampak mewah dan megah dengan cat berwarna putih dengan pagar rumah yang cukup tinggi.

Suherman menduga, bila ada yang sengaja ingin di lempar peledak tersebut, ke rumah Kapolda Kalteng. Tetapi karena pagarnya tinggi, peledak tersebut mengenai pohon di bagian luar pagar dan membentur pagar hingga akhirnya meledak.

Seperti diketahui, ledakan terjadi di tikungan jalan Abdul Majid menuju Jalan Haji Tholib, Cipete Utara Jakarta Selatan. Akibat ledakan itu menyebabkan tiga orang korban, suami istri dan seorang anaknya. Mereka terkena ledakan saat sedang mengendarai motor melintasi lokasi ledakan.

hercules di tangkap

Hercules (Foto: Tri Kurniawan/Okezone)

JAKARTA- Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) Hercules Rozario Marshall meringkuk di tahanan Polda Metro Jaya. Dia dituding terlibat kasus pemerasan dan kepemilikan senjata api.

Hercules, selama ini juga disebut-sebut memiliki kedekatan dengan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Seperti apa kedekatan mereka?

Sebelum dikenal sebagai tokoh pemuda asal Timor, Hercules merupakan seorang pejuang yang pro terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKR). Ketika terjadi konflik di Timor-Timur, dia disebut-sebut dekat dengan mantan Danjen Kopassus Letjen (purn) Prabowo Subianto.

Bahkan kala itu, Hercules harus merelakan lengan kanannya diamputasi saat Operasi Sejora dan harus menjalani perawatan intensif di RSPAD Jakarta.

Hercules masuk ke Jakarta pada sekitar tahun 1987. Awalnya dia masuk di Hankam Seroja penyandang cacat saat dirinya mendapatkan luka di bagian tangan  dan mendapatkan pelatihan keterampilan di sana.


Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto pun tidak menepis kedekatannya dengan Hercules. Di mata Prabowo, Hercules merupakan pejuang yang setia membela NKRI.

"Saya tahunya beliau pejuang di Timor-timur, dia  setia sama NKRI. Memang  bahwa ada image dia berandalan, tapi beliau kan janji mau perbaiki dirinya," kata Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Senin (11/3/2013).

Saat ini, kata Prabowo, Hercules lebih berkonsentrasi terhadap ormas yang diketuainya. Bahkan, beberapa kali Hercules membantu masyarakat yang kesusahan.

"Saya kira dia akhir-akhir ini banyak berbuat kebaikan. Tapi kalau dia  ada kesalahan ya hadapilah proses hukum," katanya.

Prabowo juga membantah, tidak ada nuansa politis dalam penangkapan Hercules dan kelompoknya.

"Saya kira tidak ada,  kembali bahwa saya berharap kalau ada insiden harus dengan tenang kadang-kadang anak muda itu emosional saya percaya pimpinan TNI dan Polri akan ambil langkah-langkah terbaik," pungkasnya.

makalah koloid


Sistem koloid berhubungan dengan proses – proses di alam yang mencakup berbagai bidang. Hal itu dapat kita perhatikan di dalam tubuh makhluk hidup, yaitu makanan yang kita makan (dalam ukuran besar) sebelum digunakan oleh tubuh. Namun lebih dahulu diproses sehingga berbentuk koloid. Juga protoplasma dalam sel – sel makhluk hidup merupakan suatu koloid sehingga proses – proses dalam sel melibatkan sitem koloid.
Dalam kehidupan sehari-hari ini, sering kita temui beberapa produk yang merupakan campuran dari beberapa zat, tetapi zat tersebut dapat bercampur secara merata/ homogen. Misalnya saja saat ibu membuatkan susu untuk adik, serbuk/ tepung susu bercampur secara merata dengan air panas. Kemudian, es krim yang biasa dikonsumsi oleh orang mempunyai rasa yang beragam, es krim tersebut haruslah disimpan dalam lemari es agar tidak meleleh. Kesemuanya merupakan contoh koloid.
Udara mengandung juga sistem koloid, misalnya polutan padat yang terdispersi (tercampur) dalam udara, yaitu asap dan debu. Juga air yang terdispersi dalam udara yang disebut kabut merupakan sistem koloid. Mineral – mineral yang terdispersi dalam tanah, yang dibutuhkan oleh tumbuh – tumbuhan juga merupakan koloid. Penggunaan sabun untuk mandi dan mencuci berfungsi untuk membentuk koloid antara air dengan kotoran yang melekat (minyak). Campuran logam selenium dengan kaca lampu belakang mobil yang menghasilkan cahaya warna merah merupakan sistem koloid.
BAB II
PENGERTIAN KOLOID
 2.1    Pengertian koloid, larutan, suspensi
Koloid adalah suatu campuran zat heterogen (dua fase) antara dua zat atau lebih di mana partikel-partikel zat yang berukuran koloid (fase terdispersi/yang dipecah) tersebar secara merata di dalam zat lain (medium pendispersi/ pemecah). Dimana di antara campuran homogen dan heterogen terdapat sistem pencampuran yaitu koloid, atau bisa juga disebut bentuk (fase) peralihan homogen menjadi heterogen.
Campuran homogen adalah campuran yang memiliki sifat sama pada setiap bagian campuran tersebut, contohnya larutan gula dan hujan. Sedangkan campuran heterogen sendiri adalah campuran yeng memiliki sifat tidak sama pada setiap bagian campuran, contohnya air dan minyak, kemudian pasir dan semen.
Ukuran partikel koloid berkisar antara 1-100 nm. Ukuran yang dimaksud dapat berupa diameter, panjang, lebar, maupun tebal dari suatu partikel. Contoh lain dari sistem koloid adalah adalah tinta, yang terdiri dari serbuk-serbuk warna (padat) dengan cairan (air). Selain tinta, masih terdapat banyak sistem koloid yang lain, seperti mayones, hairspray, jelly, dll.
Larutan adalah campuran homogen antara zat terlarut dan pelarut. Zat terlarut dinamakan juga dengan fasa terdispersi atau solut, sedangkan zat pelarut disebut dengan fasa pendispersi atau solvent. Contohnya larutan gula atau larutan garam.
Suspensi adalah campuran heterogen yang terdiri dari partikel – partikel kecil padat atau cair yang terdispersi dalam zat cair atau gas. Misalnya, tepung beras dilarutkan dalam air dan dikocok dengan kuat; Apabila campuran tersebut dibiarkan beberapa saat, campuran tersebut akan mengendap ke bawah.
Ciri – cirinya:
1. Larutan (Dispersi Molekuler)
  • 1 fase
  • jernih
  • homogen
  • diameter partikel:  <1 nm
  • tidak dapat disaring
  • tidak memisah jika didiamkan
 2. Koloid (Dispersi Koloid)
  • 2 fase
  • keruh
  • antara homogen dengan heterogen
  • diameter partikel: 1 nm<d<100 nm
  • tidak dapat disaring dengan penyaring biasa, melainkan dengan penyaring ultra
  • tidak memisahkan jika didiamkan
 3. Suspensi (Dispersi Kasar)
  • 2 fase
  • keruh
  • heterogen
  • diameter partikel: >100 nm
  • dapat disaring dengan kertas saring biasa
  • memisah jika didiamkan
Keadaan koloid atau sistem koloid atau suspensi koloid atau larutan koloid atau suatu koloid adalah suatu campuran berfasa dua yaitu fasa terdispersi dan fasa pendispersi dengan ukuran partikel terdispersi berkisar antara 10-7 sampai dengan 10-4 cm. Besaran partikel yang terdispersi, tidak menjelaskan keadaan partikel tersebut. Partikel dapat terdiri atas atom, molekul kecil atau molekul yang sangat besar. Koloid emas terdiri atas partikel-partikel dengan bebagai ukuran, yang masing-masing mengandung jutaan atom emas atau lebih. Koloid belerang terdiri atas partikel-partikel yang mengandung sekitar seribu molekul S8. Suatu contoh molekul yang sangat besar (disebut juga molekul makro) ialah haemoglobin. Berat molekul dari molekul ini 66800 s.m.a dan mempunyai diameter sekitar 6 x 10-7.
2.2    Jenis – jenis koloid
Koloid merupakan suatu sistem campuran “metastabil” (seolah-olah stabil, tapi akan memisah setelah waktu tertentu). Koloid berbeda dengan larutan; larutan bersifat stabil. Di dalam larutan koloid secara umum, ada 2 zat sebagai berikut :
  • Zat terdispersi, yakni zat yang terlarut di dalam larutan koloid
  • Zat pendispersi, yakni zat pelarut di dalam larutan koloid
Berdasarkan fase terdispersinya, sistem koloid dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu:
1. Sol (fase terdispersi padat)
a. Sol padat adalah sol dalam medium pendispersi padat
    Contoh: paduan logam, gelas warna, intan hitam
b. Sol cair adalah sol dalam medium pendispersi cair
     Contoh: cat, tinta, tepung dalam air, tanah liat
c. Sol gas adalah sol dalam medium pendispersi gas
    Contoh: debu di udara, asap pembakaran
 2. Emulsi (fase terdispersi cair)
a. Emulsi padat adalah emulsi dalam medium pendispersi padat
     Contoh: Jelly, keju, mentega, nasi
b. Emulsi cair adalah emulsi dalam medium pendispersi cair
     Contoh: susu, mayones, krim tangan
c. Emulsi gas adalah emulsi dalam medium pendispersi gas
    Contoh: hairspray dan obat nyamuk
 3. Buih (fase terdispersi gas)
a. Buih padat adalah buih dalam medium pendispersi padat
     Contoh: Batu apung, marshmallow, karet busa, Styrofoam
b. Buih cair adalah buih dalam medium pendispersi cair
    Contoh: putih telur yang dikocok, busa sabun
Untuk pengelompokan buih, jika fase terdispersi dan medium pendispersi sama-sama berupa gas, campurannya tergolong larutan.
BAB III
 SIFAT-SIFAT KOLOID
 3.1     Sifat – sifat koloid sol:
 1.  Gerak Brown
Gerak Brown ialah gerakan partikel-partikel koloid yang senantiasa bergerak lurus tapi tidak menentu (gerak acak/tidak beraturan). Jika kita amati koloid dibawah mikroskop ultra, maka kita akan melihat bahwa partikel-partikel tersebut akan bergerak membentuk zigzag. Pergerakan zigzag ini dinamakan gerak Brown. Partikel-partikel suatu zat senantiasa bergerak. Gerakan tersebut dapat bersifat acak seperti pada zat cair dan gas( dinamakan gerak brown), sedangkan pada zat padat hanya beroszillasi di tempat ( tidak termasuk gerak brown ).
Untuk koloid dengan medium pendispersi zat cair atau gas, pergerakan partikel-partikel akan menghasilkan tumbukan dengan partikel-partikel koloid itu sendiri. Tumbukan tersebut berlangsung dari segala arah. Oleh karena ukuran partikel cukup kecil, maka tumbukan yang terjadi cenderung tidak seimbang. Sehingga terdapat suatu resultan tumbukan yang menyebabkan perubahan arah gerak partikel sehingga terjadi gerak zigzag atau gerak Brown.
Semakin kecil ukuran partikel koloid, semakin cepat gerak Brown yang terjadi. Demikian pula, semakin besar ukuran partikel koloid, semakin lambat gerak Brown yang terjadi. Hal ini menjelaskan mengapa gerak Brown sulit diamati dalam larutan dan tidak ditemukan dalam campuran heterogen zat cair dengan zat padat (suspensi). Gerak Brown juga dipengaruhi oleh suhu. Semakin tinggi suhu sistem koloid, maka semakin besar energi kinetik yang dimiliki partikel-partikel medium pendispersinya. Akibatnya, gerak Brown dari partikel-partikel fase terdispersinya semakin cepat. Demikian pula sebaliknya, semakin rendah suhu sistem koloid, maka gerak Brown semakin lambat.
 2.  Efek Tyndall
Efek Tyndall ialah gejala penghamburan berkas sinar (cahaya) oleh partikel-partikel koloid. Hal ini disebabkan karena ukuran molekul koloid yang cukup besar. Efek tyndall ini ditemukan oleh John Tyndall (1820-1893), seorang ahli fisika Inggris. Oleh karena itu sifat itu disebut efek tyndall.
Efek tyndall adalah efek yang terjadi jika suatu larutan terkena sinar. Pada saat larutan sejati  disinari dengan cahaya, maka larutan tersebut tidak akan menghamburkan cahaya, sedangkan pada sistem koloid, cahaya akan dihamburkan. hal itu terjadi karena partikel-partikel koloid mempunyai partikel-partikel yang relatif besar untuk dapat menghamburkan sinar tersebut. Sebaliknya, pada larutan sejati, partikel-partikelnya relatif kecil sehingga hamburan yang terjadi hanya sedikit dan sangat sulit diamati.
3.  Adsorpsi koloid
Adsorpsi ialah peristiwa penyerapan partikel atau ion atau senyawa lain pada permukaan partikel koloid yang disebabkan oleh luasnya permukaan partikel. Dimana partikel-partikel sol padat ditempatkan dalam zat cair atau gas, maka pertikel-partikel zat cair atau gas tersebut akan terakumulasi pada permukaan zat padat tersebut. Beda halnya dengan absorpsi. Absorpsi adalah fenomena menyerap semua partikel ke dalam sol padat bukan di atas permukaannya, melainkan di dalam sol padat tersebut.
Partikel koloid sol memiliki kemampuan untuk mengadsorpsi partikel-partikel pada permukaannya, baik partikel netral atau bermuatan (kation atau anion) karena mempunyai permukaan yang sangat luas. Contoh : (i) Koloid Fe(OH)3 bermuatan positif karena permukaannya menyerap ion H+. (ii) Koloid As2S3 bermuatan negatif karena permukaannya menyerap ion S2.
 4.  Muatan koloid sol
Sifat koloid terpenting adalah muatan partikel koloid. Semua partikel koloid memiliki muatan sejenis (positif dan negatif). Maka terdapat gaya tolak menolak antar partikel koloid. Partikel koloid tidak dapat bergabung sehingga memberikan kestabilan pada sistem koloid. Sistem koloid secara keseluruhan bersifat netral. Berikut penjelasan tentang sumber muatan koloid, kestabilan, lapisan bermuatan ganda, elektroforesis koloid sol, dan proses – proses lainnya pada koloid sol :
A. Sumber muatan koloid sol
Partikel-partikel koloid mendapat mutan listrik melalui dua cara, yaitu :
Proses adsorpsi
Partikel koloid dapat mengadsorpsi partikel bermuatan dari fase pendispersinya. Jenis muatan tergantung dari jenis partikel yang bermuatan. Partikel sol Fel (OH)3 kemampuan untuk mengadsorpsi kation dari medium pendisperinya sehingga bermuatan positif, sedangkal partikel sol As2S3 mengadsorpsi anion dari medium pendispersinya sehingga bermuatan negatif.
Sol AgCI dalam medium pendispersi dengan kation Ag+ berlebihan akan mengadsorpsi Ag+ sehingga bermuatan positif. Jika anion CI- berlebih, maka sol AgCI akan mengadsorpsi ion CI- sehingga bermuatan positif.
Proses ionisasi gugus permukaan partikel
Beberapa partikel koloid memperoleh muatan dari proses ionisasi gugus-gugus yang ada pada permukaan partikel koloid. Contohnya adalah koloid protein dan koloid sabun/ deterjen. Berikut penjelasannya:
Koloid protein
Koloid protein adalah jenis koloid sol yang mempunyai gugus yang bersifat asam (-COOH) dan biasa (-NH2). Kedua gugus ini dapat terionisasi dan memberikan muatan pada molekul protein.
Pada ph rendah , gugus basa –NH2 akan menerima proton dan membentuk gugus –NH3. Ph tinggi, gugus –COOH akan mendonorkan proton dan membentuk gugus – COO-. Pada ph intermediet partikel protein bermuatan netral karena muatan –NH3+ dan COO- saling meniadakan.
Koloid sabun dan deterjen
Pada konsentrasi relatif pekat, molekul ini dapat bergabung membentuk partikel berukuran koloid yang disebut misel. Zat yang molejulnya bergabung secara spontan dalam suatu fase pendispersi dan membentuk partikel berukuran koloid disebut koloid terasosiasi.
Sabun adalah garam karboksilat dengan rumus R-COO-Na+. Anion R-COO- terdiri dari gugus R- yang bersifat non pola. Gugus R- atau ekor non-polar tidak larut dalam air sehingga akan terorientasi ke pusat.
 3.2    Sifat Koloid Emulsi
Seperti yang telah dijelaskan, emulsi merupakan jenis koloid dimana fase terdispersinya merupakan zat cair. Kemudian, berdasarkan medium pendispersinya, emulsi dapat dibagi menjadi:
 * Emulsi Gas
Emulsi gas dapat disebut juga aerosol cair yang adalah emulsi dalam medium pendispersi gas. Pada aerosol cair, seperti; hairspray dan obat nyamuk dalam kemasan kaleng, untuk dapat membentuk system koloid atau menghasilkan semprot aerosol yang diperlukan, dibutuhkan bantuan bahan pendorong/ propelan aerosol, anatar lain; CFC (klorofuorokarbon atau Freon). Aerosol cair juga memiliki sifat-sifat seperti sol liofob; efek Tyndall, gerak Brown, dan kestabilan denganmuatan partikel. Contoh: dalam hutan yang lebat, cahaya matahari akan disebarkan oleh partikel-partikel koloid dari sistem koloid kabut à merupakan contoh efek Tyndall pada aerosol cair.
 * Emulsi Cair
Emulsi cair melibatkan dua zat cair yang tercampur, tetapi tidak dapat saling melarutkan, dapt juga disebut zat cair polar &zat cair non-polar. Biasanya salah satu zat cair ini adalah air (zat cair polar) dan zat lainnya; minyak (zat cair non-polar). Emulsi cair itu sendiri dapat digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu; emulsi minyak dalam air (cth: susu yang terdiri dari lemak yang terdispersi dalam air,jadi butiran minyak di dalam air), atau emulsi air dalam minyak (cth: margarine yang terdiri dari air yang terdispersi dalam minyak, jadi butiran air dalam minyak).
Beberapa sifat emulsi yang penting:
Demulsifikasi
Kestabilan emulsi cair dapat rusak apabila terjadi pemansan, proses sentrifugasi, pendinginan, penambahan elektrolit, dan perusakan zat pengemulsi. Krim atau creaming atau sedimentasi dapat terbentuk pada proses ini. Pembentukan krim dapat kita jumpai pada emulsi minyak dalam air, apabila kestabilan emulsi ini rusak,maka pertikel-partikel minyak akan naik ke atas membentuk krim. Sedangkan sedimentasi yang terjadi pada emulsi air dalam minyak; apabila kestabilan emulsi ini rusak, maka partikel-partikel air akan turun ke bawah. Contoh penggunaan proses ini adalah: penggunaan proses demulsifikasi dengan penmabahan elektrolit untukmemisahkan karet dalam lateks yang dilakukan dengan penambahan asam format (CHOOH) atau asam asetat (CH3COOH).
Pengenceran
Dengan menambahkan sejumlah medium pendispersinya, emulsi dapat diencerkan. Sebaliknya, fase terdispersi yang dicampurkan akan dengan spontan membentuk lapisan terpisah. Sifat ini dapat dimanfaatkan untuk menentukan jenis emulsi.
Emulsi Padat atau Gel
Gel adalah emulsi dalam medium pendispersi zat padat, dapat juga dianggap sebagai hasil bentukkan dari penggumpalan sebagian sol cair. Partikel-partikel sol akan bergabung untuk membentuk suatu rantai panjang pada proses penggumpalan ini. Rantai tersebut akan saling bertaut sehingga membentuk suatu struktur padatan di mana medium pendispersi cair terperangkap dalam lubang-lubang struktur tersebut. Sehingga, terbentuklah suatu massa berpori yang semi-padat dengan struktur gel. Ada dua jenis gel, yaitu:
i.  Gel elastis
Karena ikatan partikel pada rantai adalah adalah gaya tarik-menarik yang relatif tidak kuat, sehingga gel ini bersifat elastis. Maksudnya adalah gel ini dapat berubah bentuk jika diberi gaya dan dapat kembali ke bentuk awal bila gaya tersebut ditiadakan. Gel elastis dapat dibuat dengan mendinginkan sol iofil yang cukup pekat. Contoh gel elastis adalah gelatin dan sabun.
ii.  Gel non-elastis
Karena ikatan pada rantai berupa ikatan kovalen yang cukup kuat, maka gel ini dapat bersifat non-elastis. Maksudnya adalah gel ini tidak memiliki sifat elastis, gel ini tidak akan berubah jika diberi suatu gaya. Salah satu contoh gel ini adalah gel silica yang dapat dibuat dengan reaksi kia; menambahkan HCl pekat ke dalam larutan natrium silikat, sehingga molekul-molekul asam silikat yang terbentuk akan terpolimerisasi dan membentuk gel silika.
Beberapa sifat gel yang penting adalah:
Hidrasi
Gel non-elastis yang terdehidrasi tidak dapat diubah kembali ke bentuk awalanya, tetapi sebaliknya, gel elastis yang terdehidrasi dapat diubah kembali menjadi gel elastis dengan menambahkan zat cair.
Menggembung (swelling)
Gel elastis yang terdehidrasi sebagian akan menyerap air apabila dicelupkan ke dalam zat cair. Sehingga volum gel akan bertambah dan menggembung.
Sineresis
Gel anorganik akan mengerut bila dibiarkan dan diikuti penetesan pelarut, dan proses ini disebut sineresis.
Tiksotropi
Beberapa gel dapat diubah kembali menjadi sol cair apabila diberi agitasi atau diaduk. Sifat ini disebut tiksotropi. Contohnya adalah gel besi oksida, perak oksida, dsb.
 3.3    Sifat Koloid Buih
Buih adalah koolid dengan fase terdisperasi gas dan medium pendisperasi zat cair atau zat padat. Baerdasarkan medium pendisperasinya, buih dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
1. Buih Cair (Buih)
Buih cair adalah sistem koloid dengan fase terdisperasi gas dan dengan medium pendisperasi zat cair. Fase terdisperasi gas pada umumnya berupa udara atao karbondioksida yang terbetuk dari fermentasi. Kestabilan buih dapat diperoleh dari adanya zat pembuih (surfaktan). Zat ini teradsorbsi ke daerah antar-fase dan mengikat gelembung-gelembung gas sehingga diperoleh suatu kestabilan.
Ukuran kolid buih bukanlah ukuran gelembung gas seperti pada sistem kolid umumnya, tetapi adalah ketebalan film (lapisan tipis) pada daerah antar-fase dimana zat pembuih teradsorbsi, ukuran kolid berkisar 0,0000010 cm. Buih cair memiliki struktur yang tidak beraturan. Strukturnya ditentukan oleh kandungan zat cairnya, bukan oleh komposisi kimia atau ukuran buih rata-rata. Jika fraksi zat cair lebih dari 5%, gelembung gas akan mempunyai bentuk hamper seperti bola. Jika kurang dari 5%, maka bentuk gelembung gas adalah polihedral.
Beberapa sifat buih cair yang penting:
 Struktur buih cair dapat berubah dengan waktu, karena:
  • pemisahan medium pendispersi (zat cair) atau drainase, karena kerapatan gas dan zat cair yang jauh berbeda,
  • terjadinya difusi gelembung gas yang kecil ke gelembung gas yang besar akibat tegangan permukaan, sehingga ukuran gelembung gas menjadi lebih besar,
  • rusaknya film antara dua gelembung gas.
Struktur buih cair dapat berubah jika diberi gaya dari luar. Bila gaya yang diberikan kecil, maka struktur buih akan kembali ke bentuk awal setelah gaya tersebut ditiadakan. Jika gaya yang diberikan cukup besar, maka akan terjadi deformasi.
Contoh buih cair:
  • Buih hasil kocokan putih telur
Karen audara di sekitar putih telur akan teraduk dan menggunakan zat pembuih, yaitu protein dan glikoprotein yang berasal dari putih telur itu sendiri untukmembentuk buih yang relative stabil. Sehingga putih telur yang dikocok akan mengembang.
  • Buih hasil akibat pemadam kebakaran
Alat pemadam kebakaran mengandung campuran air, natrium bikarbonat, aluminium sulfat, serta suatu zat pembuih. Karbondioksida yang dilepas akan membentuk buih dengan bamtuam zat pembuih tersebut.
 2. Buih Padat
Buih padat adalah sistem kolid dengan fase terdisperasi gas dan denganmedium pendisperasi zat padat. Kestabilan buih ini dapat diperoleh dari zat pembuih juga (surfaktan). Contoh-contoh buih padatyang mungkin kita ketahui:
  •  Roti
Proses peragian yang melepas gas karbondioksida terlibat dalam proses pembuatan roti. Zat pembuih protein gluten dari tepung kemudian akan membentuk lapisan tipis mengelilimgi gelembung-gelembung karbondioksida untuk membentuk buih padat.
  • Batu apung
Dari proses solidifikasi gelas vulkanik, maka terbentuklah batu apung.
  • Styrofoam
Styrofoam memiliki fase terdisperasi karbondioksida dan udara, serta medium pendisperasi polistirena.

Sabtu, 09 Maret 2013

TIPS MEMBUAT ARTIKEL

Tips menulis artikel yang baik - Pada dasarnya kegiatan blogging hampir seluruhnya adalah menulis, atau bagaimana merangkai kata-kata menjadi sebuah kalimat hingga paragraf yang enak dibaca dan mudah dimengerti. Sebuah tulisan yang enak dibaca dan mudah dimengerti serta relevan akan selalu dikenang dan disukai banyak orang. Hal ini merupakan salah satu faktor terpenting bagi seorang blogger untuk meningkatkan jumlah pengunjung. Tidak hanya saya, bahkan Anda juga ketika membaca sebuah tulisan disuatu blog yang memiliki tutur kata yang baik, relevan, dan mudah dimengerti maksud dari tulisan tersebut, maka kita tertarik untuk membuka halaman yang lebih banyak dalam blog tersebut, dan tidak mustahil bagi kita untuk membookmark blog tersebut menjadi referensi untuk mengunjunginya kembali. Bagi kebanyakan para blogger, kaedah menulis artikel yang baik sering sekali dilupakan. Sehingga relevansi dari apa yang dituliskannya membuat pembaca bingung bahkan tidak mengeti sama sekali maksud dan tujuan dari tulisannya. Hal ini akan berdampak buruk terhadap sebuah blog, selain sepi pengunjung juga tidak akan popular. Coba kita perhatikan blog-blog yang memiliki polpularitas di search engine, selain faktor SEO, blog yang memiliki popularitas selalu berisi artikel yang memiliki struktur tulisan yang baik, yang mudah dimengerti dan memberikan solusi atau sebuah informasi. Sama halnya seperti saya ketika memulai untuk membuat blog, tulisan artikel yang saya posting juga berantakan dan tak jarang pengunjung memberikan komentar atas ketidak berhasilannya dalam mengikuti artikel tutorial blog yang saya posting. Namun saya tidak berhenti sampai disitu, saya terus menggali ilmu dan mempelajari dari berbagai sumber bagaimana cara menulis artikel yang baik sehingga mudah dimengerti dan enak dibaca. Dengan demikian tulisan dari artikel yang saya posting pada blog Super-Bee ini terus membaik dan banyak dikunjung, saya contohkan saja seperti tips lulus dan contoh soal psikotes yang merupakan artikel terpopular dan yang paling banyak dikunjungi hingga sampai saat artikel ini saya posting, berada di urutan ke empat pada halaman utama google dengan kata kunci contoh soal psikotes. Dari pengalaman itu saya ingin sekali men-share kepada sahabat Super-Bee sekalian bagaimana cara menulis artikel yang baik, sehingga blog Anda terus dibanjiri oleh pengunjung dan dikenang oleh pembaca serta disukai. Berikut ini merupakan tips menulis artikel yang baik, yang dapat anda baca dan menjadi acuan bagi Anda untuk memperbaiki tulisan artikel yang Ada pada blog yang anda miliki. Tips Menulis Artikel Yang Baik 1. Untuk menjadi penulis yang baik, banyak-banyaklah membaca buku. Seorang penulis, pastilah juga seorang pembaca yang tekun dan gigih. Sebabnya sederhana : bagaimana mungkin kita bisa menghasilkan tulisan yang bermutu – dalam bidang bisnis dan manajemen misalnya – jika kita nyaris tidak pernah membaca buku berbulan-bulan lamanya. Penulis yang baik ditagih untuk terus memproduksi gagasannya yang renyah dan up to date. Nah, dari mana sumber inspirasi dan gagasan itu bisa diringkus jika kita malas membaca buku? Namun manfaat membaca buku bukan hanya mendapatkan sumber gagasan dan insipirasi untuk bahan menulis. Tekun membaca buku – utamanya buku yang bermutu – akan mendidik otak kita untuk juga bisa menuangkan pikiran secara logis dan sistematis (persis susunan isi buku). Pelan-pelan proses semacam ini akan membuat kita terlatih untuk merangkai susunan kalimat dengan baik dan enak dibaca. Sebaliknya, orang yang tidak tekun membaca biasanya akan menemui kesulitan untuk menulis rangkaian kata dengan baik. Sebabnya sederhana : lantaran jarang membaca, otaknya menjadi tidak terlatih untuk menyusun kalimat dengan struktur yang baik. Bentuk tulisannya, meski hanya satu pragraf sering kacau balau dan tidak mudah dipahami. 2. Untuk menghasilkan tulisan yang baik, upayakan untuk selalu memproduksinya dengan bahasa yang mudah dicerna, runtut dan disertai sejumlah contoh nyata yang mudah dipahami. Ilustrasi berupa contoh, cerita atau kisah yang menggugah merupakan salah satu elemen yang amat diperlukan untuk menyusun tulisan yang bermutu cemerlang. Meski demikian, banyak orang yang entah kenapa, kadang menuturkan tulisannya dalam bahasa yang rumit, berpanjang-panjang dan tidak mudah dicerna. Tentu saja tulisan semacam ini hanya akan membikin pembacanya termehek-mehek. Namun jangan salah : menulis dengan kalimat yang runtut, mudah dicerna dan enak dibaca juga bukan hal yang mudah dilakukan. Dibutuhkan latihan (practice) yang terus berulang. Dan memang latihan demi latihan (misal dengan cara menuliskannya melalui blog) akan makin mengasah ketrampilan kita dalam menulis. 3. Menghasilkan tulisan yang layak dikenang biasanya juga membutuhkan “style menulis yang unik dan berkarakter”. Karena itu usahakan agar kita juga bisa memiliki style sendiri yang cukup unik. Disini mungkin kita bisa belajar dari para suhu penulis seperti Goenawan Mohamad, atau dari tulisan pakar bisnis seperti Hermawan Kartajaya, Rhenald Kasali atau gaya penulisan Tung Desem Waringin. Apapun gaya penulisan yang mau kita tulis, yang terpenting adalah membuat tulisan kita menjadi lebih relevan dan renyah dibaca. Saya sungguh tidak nyaman jika harus membaca sebuah tulisan yang “kering” dan monoton. Itulah kenapa saya kadang berusaha untuk menampilkan tulisan yang sedikit “meliuk”, bergaya prosais, disertai dengan narasi contoh yang ilustratif. Juga kadang dengan kalimat provokatif yang menghentak seperti artikel antara aku, kau dan tuhan kita. Ini semua demi hadirnya sebuah tulisan yang kaya nuansa dan enak dibaca. Demikianlah tips menulis artikel yang baik yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat. Sebelum Anda beranjak dari halaman ini, saya sangat senang sekali jika Anda bersedia meluangkan sedikit waktu untuk men-share artikel ini dan memberikan G +1 agar artikel ini juga dapat dibaca oleh sahabat atau orang terdekat Anda.